Miris!! PT.HAS (Kontraktor) Langgar Kesepakatan dan Berhentikan Pekerja Bangunan Yang Asli Putra Daerah Setempat

135
0

MediaSuaraMabes, Bandung Barat Jabar – Miris! PT.HAS berhentikan secara sepihak beberapa pekerja bangunan yang merupakan putra daerah setempat, Selain itu PT.HAS (Kontraktor) juga diduga telah melanggar kesepakatan dalam sebuah perjanjian yang telah dibuat.

PT.HAS memberhentikan secara sepihak beberapa pekerja bangunan yang notabene adalah putra daerah setempat dengan dalih, Bahwa hasil pekerjaannya tidak maksimal dan tidak sempurna, Selasa (21/02/2023).

Menurut salah seorang pekerja bangunan yang merasa dirugikan menyebut, Bahwa PT.HAS tersebut sudah menyalahi aturan yang seharusnya dilaksanakan. Sebagai Kontraktor (Pemberi pekerjaan) yaitu, Dengan tidak mengeluarkannya “Surat Peringatan Kerja (SPK)”. NamunĂ¯ secara tiba-tiba memunculkan potongan retensi yang tidak ada dalam kesepakatan didalam sebuah perjanjian.

Selain itu;
– Tidak adanya papan reklame atau plang terhadap pembangunan pabrik tersebut.
– Tidak dilengkapi APD.
– Tidak adanya tulisan pada spanduk atau baligo yang menerangkan “Bahwa para pekerja telah dilindungi BPJS (Dalam hal ini menyangkut apabila terjadi kecelakaan kerja).

Pekerjaan tersebut adalah pembangunan sebuah pabrik garmen lntermoda yang berada di jalan lndustri 3, Desa Cipeundeuy, Kec.Padalarang, Kab.Bandung Barat, Jawa Barat.

Keinginan masyarakat dari awal seperti hal’nya suatu kesepakatan yang sudah dibuat yakni, 50% para pekerjanya adalah putra daerah setempat asli, dan yang 50% lagi adalah dari luar (Dari pihak kontraktor).

Namun sangat ironis para pekerja yang putra daerah setempat asli, Oleh si Kontraktor diberhentikan sepihak, Dengan dalih hasil pekerjaan dari putra daerah tersebut tidak maksimal (Tidak sempurna).

Atas perlakuan dari pihak PT.HAS yang sudah tidak lagi memandang dan menghargai para pekerja bangunan dari putra daerah tersebut, maka beberapa pekerja bangunan yang putra daerah asli yang telah diberhentikan pun menuntut hak menyangkut perihal potongan retensi tersebut.

Mereka, para pekerja dari daerah meminta diselesaikan mengenai perihal potongan retensi tersebut yang tidak ada dalam perjanjian kesepakatan yang telah dibuat tersebut.

“Beberapa pekerja putra daerah yang merupakan warga asli wilayah setempat, Menuntut kepada PT.HAS, mengenai Hak-nya untuk diselesaikan yakni mengenai Hak pekerja yang telah dipotong oleh pihak kontraktor selaku pemberi pekerjaan”.

(pur/din).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here