LSM KPK TIPIKOR Ketapang Temui Tumpukkan Kayu Olahan Yang Diduga Ilegal Di Desa Sumber Resmi Kecamatan Sandai

170
0

MediaSuaraMabes, Ketapang – Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) KPK TIPIKOR melakukan monitoring sesuai peran dan fungsi sebagai sosial control wilayah Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat.

Hasil Monitoring Anggota LSM KPK Tipikor diketapang,ditemukan tumpukan kayu olahan yang diduga tidak memilikki dokumen izin di lokasi Desa Sumber Resmi di kecamatan Sandai kabupaten ketapang.

Disaat dilokasi tumpukkan kayu yang diduga ilegal tidak satupun diantara lima orang pekerja kayu yang sudi memberikan keterangan terkait kepemilikkan dan asal usul tumpukkan kayu itu,mereka membungkam saat dipertanyakan anggota LSM pada saat berada dilokasi pada Senin ( 13/3 ) , ” . Ungkap Anggota LSM KPK Tipikor Rusli pada awak media.

Hasil hutan kayu yang berasal dari hutan hak atau lahan masyarakat, yang selanjutnya disebut kayu rakyat adalah kayu bulat atau kayu olahan yang berasal dari pohon yang tumbuh dari hasil budidaya dan atau tumbuh secara alami di atas hutan hak dan atau lahan masyarakat.

Terkait temuan anggota LSM KPK Tipikor DPD Kabupaten Ketapang Kalbar mengenai tumpukkan kayu yang diduga ilegal.

Ketua LSM KPK TIPIKOR DPD Ketapang Kalimantan Barat , Marco P Sinambela SH. Menjelaskan pada awak media , ” Hutan hak adalah hutan yang berada pada tanah yang telah dibebani hak atas tanah yang berada di luar kawasan hutan dan dibuktikan dengan alas titel atau hak atas tanah.

Lahan masyarakat adalah: lahan perorangan atau masyarakat di luar kawasan hutan yang dimiliki/digunakan oleh masyarakat berupa pekarangan, lahan pertanian dan kebun.

Hutan hak dan lahan masyarakat dibuktikan dengan :

Sertifikat Hak Milik, atau Leter C, atau Girik, atau surat keterangan lain yang diakui oleh Badan Pertanahan Nasional sebagai dasar kepemilikan lahan; atau Sertifikat Hak Pakai; atau Surat atau dokumen lainnya yang diakui sebagai bukti penguasaan tanah atau bukti kepemilikan lainnya.

Dokumen Pengangkutan Kayu Rakyat adalah:

1. SURAT KETERANGAN ASAL USUL KAYU (SKAU)

Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) adalah surat keterangan yang menyatakan sahnya pengangkutan, penguasaan atau kepemilikan hasil hutan kayu yang berasal dari hutan hak atau lahan masyarakat.

SKAU merupakan surat keterangan sahnya hasil hutan yang berlaku untuk seluruh wilayah Republik Indonesia.

Penerbit SKAU:
SKAU diterbitkan oleh Kepala Desa/Lurah atau pejabat setara/pejabat lain di desa tersebut dimana hasil hutan kayu tersebut akan diangkut.

Pejabat penerbit SKAU ditetapkan oleh Bupati/Walikota berdasarkan usulan Kepala Dinas Kabupaten/Kota, Dalam hal Kepala Desa/Lurah atau pejabat setara/pejabat lain di desa tersebut berhalangan, Kepala Dinas Kabupaten/Kota menetapkan Pejabat penerbit SKAU.

Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) digunakan untuk pengangkutan kayu bulat rakyat dan kayu olahan rakyat yang diangkut langsung dari hutan hak atau lahan masyarakat; Pengangkutan lanjutan kayu bulat rakyat/kayu olahan rakyat menggunakan Nota yang diterbitkan oleh pemilik kayu dengan mencantumkan nomor SKAU asal, ” Terang Marco kepada awak media pada Selasa ( 14/3 )

Pasal 83 Ayat 1 Huruf b, Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara maksimum 15 tahun dan denda maksimum Rp 100 miliar.

Hingga berita ini terbit tim media masih mendalami kepemilikkan serta dokumen izin tumpukkan kayu yang diduga ilegal.

( Tim ) kaperwil media suara mabes kalbar. ( albadri )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here