MediaSuaraMabes, Humbahas – Kondisi fasilitas sanitasi yang kurang bersih. ditemukan di UPT SMP Negeri 026. Pearung, Kabupaten Humbahas, seperti yang terlihat dari dokumentasi gambar yang beredar. Hal ini menjadi sorotan mengingat Dinas Pendidikan Kabupaten Humbahas melalui Kepala Dinas (Kadisdik) Martahan.Panjaitan,SPd. M,M telah meluncurkan gerakan ASBI (Aksi Siap Bersih Indah) yang mengharuskan setiap sekolah melakukan kegiatan kebersihan selama 20 menit tiap hari.
Dari hasil pemantautan dilapangan oleh Kabiro Media Suara Mabes, menemukan bahwa toilet sekolah menunjukkan kondisi yang tidak terawat, kurang memenuhi syarat kesehatan, lantai dan permukaan fasilitas terlihat kotor, terdapat noda serta bau tidak menyenangkan kemungkinan penumpukan kotoran. Kondisi ini mengindikasikan kurangnya kesadaran atau pelaksanaan yang maksimal dari pihak sekolah terkait program kebersihan yang telah ditetapkan.
Program ASBI sendiri bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan sekolah sebagai dari upaya mendukung kesehatan dan kenyamanan belajar mengajar siswa serta tenaga pendidik. Keterlibatan seluruh komponen sekolah diharapkan dapat menjadikan kebersihan sebagai budaya yang terjalin secara rutin.
Alangkah baiknya jika kebersihan di toilet atau di ruangan di terapkan..Kebersihan pangkal kesehatan.
Terlebih lagi fasilitas sekolah kini dalan kondisi rusak,parah pintu ruangan sekolah,jendela kaca pecah akibat kurangnya perhatian dari pihak sekolah,colokan lampu juga dibiarkan rusak. Fasilitas kesehatan yang seharusnya menjadi sarana penting bagi siswa/i dan masyarakat sekitar.
Seperti pantauan awak media 10 Februari 2026 melihat kondisi ruangan toilet jorok serta peralatan gayung, bak mandi beserta lantai toilet bau…apakah pihak sekolah tidak memperhatikan kondisi sekolah..atau hanya duduk diruangan sekolah, seolah olah tidak ada rasa kepedulian dari pihak sekolah untuk membersihkan.
Kepala sekolah UPT SMP 026 Pearung Jupri Situmorang SP,d setiap awak media ingin berkunjung kesekolah tidak pernah berada di sekolah. ketika di hubungi melalui telepon seluler tidak aktif atau no tlpn awak media diduga blokir sehingga awak media kesulitan untuk konfirmasi terhadap sekolah tersebut, ketika di pertanyakan kepada beberap tenaga pendidik jawabnya/informasi tidak jelas plin plan ada yang bilang ke Jakarta dan ada juga yang mengatakan lagi ke kantor Dispen di Dolok sanggul.
(Anton Anggiat purba)





