PLN Tegaskan Tidak Ada Tindak Kekerasan terhadap Wartawan di Tarumajaya

9
0

MediaSuaraMabes, Bekasi – Menanggapi pemberitaan terkait dugaan percobaan kekerasan terhadap salah satu wartawan di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, PT PLN (Persero) menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Kronologis di lapangan menunjukkan tidak ada tindakan intimidasi ataupun kekerasan fisik yang dilakukan oleh petugas PLN.

Pada Kamis (21/8), sekitar pukul 07.30 WIB, tim pengawas PLN melakukan patroli di lokasi span T.15 – T.16 untuk memastikan kondisi pasca insiden kabel SUTT yang mengalami gangguan dan berdampak pada salah satu rumah warga. Setelah dokumentasi dilakukan, sekitar pukul 08.20 WIB seorang wartawan dari media Mata Jabar datang untuk melakukan peliputan.

“Petugas kami hanya menyampaikan agar pengambilan gambar difokuskan pada objek kejadian, bukan pada personel di lapangan. Hal ini semata karena sebelumnya foto petugas pernah digunakan dalam pemberitaan dengan narasi yang tidak sesuai fakta,” jelas perwakilan pihak PLN.

Dalam proses tersebut, wartawan tetap melakukan pengambilan gambar personal terhadap pengawas. Sebagai bentuk keberatan, petugas hanya melakukan gerakan menutup kamera ponsel, tanpa ada kekerasan fisik ataupun percobaan pemukulan sebagaimana diberitakan.

Sementara Arkian, saksi pemilik rumah yang tertimpah kabel saat dikonfirmasi, membenarkan tidak terjadi kekerasan tapi upaya percobaan kekerasan nyaris terjadi.

Yang saya tau, waktu bang tahar masih di motor, ada orang PLN yang langsung menegur dan membentak dengan suara keras, infonya ada poto orang itu di pemberitaan sebelumnya, terus bang Tahar jelasin bahwa dia tidak mengambil poto secara personal atau individu tapi mengambil dokumen peristiwanya, nah saya gak tau itu orang PLN suaranya keras begitu kaya bentak bang Tahar mau mukul, ya saya pisahin dong.” Kata Arkian menjelaskan.

Terus saya denger bang Tahar teriak, elu mau mukul, pukul nih, ayo pukul. Nah saya lihat bang Tahar ngambil handphone terus nge videoin orang yang midioin bang Tahar, barang kali karena bang Tahar divideoin dia balik videoin lagi, mungkin orang PLN itu marah terus ngeplak bang Tahar yang saya liat kena handphonenya. Setelah itu orang PLN pergi

PLN menegaskan, seluruh tim yang bertugas di lapangan berfokus pada penanganan insiden jaringan dan memastikan keselamatan warga terdampak. “Tidak ada sedikit pun niat untuk menghalangi kerja jurnalis, apalagi melakukan intimidasi. Kami menghormati sepenuhnya peran pers yang dilindungi Undang-Undang,” tambah perwakilan pihak PLN.

Lebih lanjut, PLN menyatakan keberatan atas pemberitaan yang tidak sesuai dengan kronologi sebenarnya, dan berharap agar media tetap menjunjung prinsip jurnalisme yang akurat, berimbang, serta mengutamakan kebenaran.

PLN berkomitmen menjaga transparansi, membangun kerja sama yang baik dengan insan pers, serta terus meningkatkan kualitas layanan dan keandalan jaringan listrik. “Kami membuka diri untuk komunikasi dan klarifikasi, demi terwujudnya hubungan yang sehat antara PLN, masyarakat, dan media,” tutup perwakilan PLN.