Pertumbuhan Bisnis Kopi di Indonesia Semakin Meningkat : Harga Kopi Naik Drastis di Tahun 2026

28
0

MediaSuaraMabes, Jakarta – Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan bisnis kopi di Indonesia menunjukkan tren yang sangat signifikan. Kopi tidak lagi hanya dianggap sebagai minuman, tetapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup, Sebagai produsen, Indonesia berada di posisi ke-4 terbesar dunia, di bawah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

Bukan hanya dari sisi produksi, konsumsi kopi dalam negeri juga terus meningkat. Fenomena ini didukung oleh menjamurnya coffee shop di kota-kota besar hingga daerah.

Menurut Ferry (35). seorang pelaku bisnis di industri kopi mengatakan “hasil ini tidak terlalu mengejutkan. Karena terdapat pola yang konsisten dengan tahun sebelumnya, yaitu. Kehadiran generasi Gen Z yang gemar nongkrong di kafe juga menjadi faktor utama dalam peningkatan konsumsi kopi, selain itu kopi menjadi bagian penting rutinitas harian, meskipun kopi instan dan kopi susu tetap dominan, kopi spesialty juga akan semakin naik daun di 2026 “ujarnya pada sabtu 24/1/2026 di jakarta

Dampak kenaikan harga kopi global dan faktor alam turut dirasakan di Indonesia. Namun, dinamika pasar lokal menunjukkan pola yang sedikit berbeda antara robusta dan arabica.

Di tahun 2025 harga rata rata greenbean 1kg untuk kopi robusta temanggung berkisar antara 85.000-95.000 dan di tahun 2026 naik menjadi 100.000-110.000. Untuk greenbean arabika, di tahun 2025 harga rata rata untuk proses wash berkisar di harga 125.000-135.000 dan di tahun 2026 naik menjadi 165.000.-185.000 per 1kg. untuk proses dry di tahun 2025 dari harga 190.000-210.000 naik di tahun 2026 menjadi 220.000 – 240.000 per 1kg untuk greenbean Sumatera dan jawa “ungkapnya

Kenaikan harga kopi diprediksi akan berlangsung setidaknya hingga kondisi cuaca kembali normal. Untuk robusta, hal ini dapat memakan waktu beberapa bulan hingga musim panen berikutnya. Sementara untuk arabica, siklus harga yang lebih panjang mungkin terjadi, terutama jika produksi daerah yang terdampak belum pulih sepenuhnya, mengingat pasca bencana Sumatera 2025 menjadi alasan mendasar harga kopi naik drastis “ujarnya

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menghadapi ketidakstabilan harga ini. Petani perlu didukung untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas hasil panen, eksportir harus fleksibel dalam menghadapi dinamika pasar global, dan pemilik kafe perlu inovatif dalam menyusun strategi pemasaran agar tetap kompetitif.

(Ferry R. Anwar)