Lima Hari Pasca Insiden Putusnya Kabel SUTT di Kapling Haji Samsuri RT 002 RW 011 Desa Setia Mulya Tarumajaya, Sampai Saat Ini Belum Ada Tindakan Dari PLN Maupun PT Bukaka

16
0

MediaSuaraMabes, Bekasi – Lima hari pasca insiden putusnya kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT), hingga kini belum ada tindakan perbaikan maupun penanganan dari pihak PLN maupun PT Bukaka. Kondisi Rumah Arkian saat ini atap rumah masih bocor tembok samping rumah masih retak menimbulkan keresahan warga yang terdampak langsung, mengingat kabel SUTT tersebut berdampak pada terganggunya aktivitas warga. Salah satunya, kegiatan belajar mengajar dan mengaji di rumah salah seorang warga, Arkian, tidak dapat berjalan dengan normal.

Warga mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, selain membahayakan keselamatan, keberadaan kabel yang belum ditangani juga membuat suasana sekitar tidak nyaman untuk melakukan kegiatan sehari-hari, khususnya kegiatan pendidikan dan keagamaan.

Ketua Aliansi Warga Terdampak Kabel SUTT menyampaikan kekecewaannya terhadap belum adanya tindakan dari pihak PLN maupun PT Bukaka pasca insiden putusnya kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) yang terjadi beberapa hari lalu.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga mengganggu aktivitas sosial, termasuk kegiatan belajar mengajar dan mengaji di sekitar lokasi. Aliansi menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi warga agar pihak terkait segera memberikan solusi nyata, mulai dari perbaikan, penataan ulang jalur, hingga kompensasi bagi warga yang mengalami kerugian.

Ketua Aliansi juga menambahkan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, dan berharap pemerintah serta instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan insiden serupa tidak terulang kembali.

Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan agar aktivitas belajar mengajar dan mengaji dapat kembali berjalan seperti semula.

Sejumlah warga yang terdampak insiden putusnya kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) meminta agar pihak terkait segera memberikan uang ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan. Warga menilai, insiden tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga menimbulkan kerugian material yang cukup besar.

Masyarakat berharap uang ganti rugi dapat segera direalisasikan secara adil dan merata, sehingga dapat meringankan beban warga sekaligus mengembalikan kondisi sosial ekonomi yang terdampak.

Warga yang terdampak jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) berharap agar jalur kabel dapat dipindahkan ke patok awal sesuai rencana awal pembangunan. Harapan tersebut disampaikan demi menjaga keselamatan warga sekitar sekaligus mendukung kelangsungan operasional SUTT agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.