Kepala Dinas Peternak Kabupaten Sukabumi Di Tuntut Mundur Dari Jabatan ,Ini Penjelasanaya

58
0

MediaSuaraMabes, Sukabumi – Sekolompok mahasiswa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa Asal Sukabumi (Himasi Prima) melakukan demo di depan Kantor Dinas Pertenakan Kabupaten Sukabumi di Jalan Raya Bojongkokosan RT. 03 RW. 06 desa Bojong Kokosan Kecamatan Parungkuda Kab Sukabumi, Jawa Barat. Rabu 01-03-2023.

Dalam orasinya Mahasiswa meminta memperhatikan dampak yang terjadi terhadap lingkungan yang digunakan dalam pengolahan peternakan di perusahaan di wilayah Sukabumi khusunya di wilayah cireunghas. Di mana banyaknya perusahaan peternakan yang tidak mengantongi izin dan juga perusahaan besar yang secara dokumennya tidak lengkap. Serta tidak sesuai dengan perizinan yang diberikan oleh Dinas Peternakan di Kabupaten Sukabumi.

Mahasiswa meminta Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi lebih selektif dalam memberikan perizinan dan kegiatan usaha peternakan yang terkait dengan seluruh dokumen dan lokasi wilayah dan perizinan.

Mahasiswa menuntut Dinas peternakan Sukabumi untuk segera.
1. Mengawasi perusahaan peternakan1 yang ada di Kabupaten Sukabumi agar sesuai dengan perundang-undangan
2.Menindak perusahaan peternakan yang tidak memiliki perizinan secara lengkap yang meliputi seluruh peternakan rakyat maupun peternakan perusahaan
3. Mengevaluasi dan memberikan sanksi kepada seluruh perusahaan peternakan di wilayah Kabupaten Sukabumi yang cacat akan perizinan yang tidak sesuai dengan perundang-undangan.
4. Menuntut Dinas peternakan segera menertibkan peternakan di wilayah Cireunghas yang tidak sesuai dengan undang-undang yang merugikan masyarakat dan negara
5. Mendorong Dinas peternakan Kabupaten Sukabum2i untuk menutup keluar masuknya hewan ternak karena semakin tidak terkendalinya penyebaran penyakit atau virus yang ditimbulkan.
6. Menuntut Kepala Dinas peternakan kabupaten Sukabumi mundur dari jabatannya jika tidak menyelesaikan persoalannya.

Saat ditemui awak media Ketua Himasi Prima mengataka ini berawal dari aduan Masyarakat khususnya masyarakat cirenghas ada dua perusahan peternakan yang besar, akan tetapi masyarat menilai kontribusi terhadap masyarakat tidak ada,terus setelah kami kroscek secara administratip perijinan pun belum sepenuhnya utuh lengkap

Atas dasar aduan dari masyarakat dan temuan-temuan”kami sudah mencoba lakukan komunikasi dengan dinas peternakan karena komunikasi terputus dan dinas pertenakan pun tidak membuka ruang ,pada akhirnya kami mengadakan aksi hari ini sebagai jalan terakhir dan apabila sampai hari jumat tidak ada jawaban pekan depan kita akan datang lagi.

“Kami menuntut Bu Kadis mundur dari jabatananya sebai kepala dinas peternakan “kasihan pak Marwan,
katanya melanjutkan kebaikan visi misinya di mana-mana, tapi kalau kadis nya leha-leha dan cuman diam kantor mengurus administrasi saja “ya kasian juga tidak ada yang namanya melanjutkan kebaikan,yang ada hanya mengotori kebaikan yang dilakukan oleh pak Marwan,”tuturnya

“Lanjut ketua Himasi pengawasal yang di lakukan dinas peternakan nol besar kenapa sebab pengawasan yang dilakukan dinas peternakan ketika ada adua saja,salah satu cabang Dinas Peternakan itu ada di sukalarang dekat dengan cirenghas” menurutnya di sukalarang ada peternakan sapi yang membuang limbahnya itu ke sumber mata air itu kan menjadi salah satu tanda dinas peternakan tidak bekerja ,sebenarnya mereka hanya fokus terhadap kertas dan kertas,”pungkas Daniel Fadilah

Repoter. Rio julianto

Previous articleProgram Rehabilitasi Hutan Mangrove Di Indonesia Secara Serentak Di Wilayah Daerah Pesisir
Next articleKetua Dekranasda Kabupaten Pesisir Barat Hadiri Jakarta Internasional Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2023)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here