MediaSuaraMabes, Mataram – Dewan Pimpinan Nasional Sasak Integrity Watch (DPN SIW), Syamsuddin menyampaikan kritik keras atas pernyataan Anggota DPR, Sahroni, yang menyebut bahwa seruan masyarakat untuk “Bubarkan DPR” adalah sikap “paling tolol se-dunia”. Pernyataan tersebut dinilai arogan, tidak bijak, dan mencederai martabat rakyat yang sesungguhnya adalah pemilik kedaulatan.
“Seorang pejabat publik, apalagi Wakil Rakyat, semestinya bijak dalam bertutur kata. Melabeli rakyat dengan sebutan ‘tolol’ adalah bentuk arogansi yang memperlihatkan lupa siapa bos sesungguhnya: RAKYAT,” tegas Syamsuddin.
SIW menilai bahwa seruan “Bubarkan DPR” bukanlah muncul dari ruang kosong. Itu lahir dari jeritan kekecewaan masyarakat yang muak dengan drama, hura-hura, serta gaya hidup foya-foya sebagian oknum wakil rakyat setelah duduk di kursi empuk parlemen. Banyak rakyat merasa mandat dan suara yang telah diberikan justru dikhianati.
Alih-alih menghardik rakyat dengan kata-kata kasar, SIW menegaskan bahwa Sahroni seharusnya bercermin dan bertanya: “Mengapa seruan itu bisa muncul?” Seruan tersebut adalah kritik keras, bukan sekadar hinaan. Jawaban yang tepat seharusnya berupa perbaikan kinerja, bukan stigma yang merendahkan rakyat.
DPN SIW mengingatkan bahwa rakyat tidak butuh wakil yang mudah tersinggung atau merendahkan. Yang dibutuhkan adalah wakil yang rendah hati, amanah, serta menyadari bahwa kekuasaan hanyalah titipan, bukan hak milik.
“Kalau DPR ingin dihormati, maka hormatilah rakyat terlebih dahulu,” tegas Bung Syam Panggilan Akrab Ketum Sasak Integrity Watch (SIW) melakui komunijasi WhatsApp.