MediaSuaraMabes, Jakarta – AKBP Ockben Saor Sinaga, S.H., M.Si. merupakan salah satu perwira menengah Kepolisian Republik Indonesia yang dikenal luas sebagai sosok berprestasi, inspiratif, dan berdedikasi tinggi. Di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) beliau dipercaya memimpin Bagian Pusjarah dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Beliau berperan penting dalam menjaga, mendokumentasikan, serta merawat perjalanan sejarah panjang Kepolisian Republik Indonesia.
Namun, kiprah beliau tidak hanya terbatas sebagai anggota Polri semata. Ockben dikenal sebagai sosok polisi berprestasi yang mampu mengharumkan nama institusi dan bangsa Indonesia di tingkat internasional.
Beliau merupakan atlet “master” kebanggaan Indonesia yang telah berkali-kali meraih prestasi dunia dalam berbagai kejuaraan atletik kepolisian internasional. Prestasi tersebut menjadikan namanya dikenal sebagai salah satu atlet Polri yang mampu membawa nama Indonesia bersinar di panggung dunia.
Tidak hanya sukses sebagai polisi dan atlet, AKBP Ockben Saor Sinaga juga dikenal sebagai pengusaha dan pembina generasi muda. Sejak tahun 2000, beliau mendirikan lembaga pelatihan bernama OCK Klub Atletik, yang fokus membina calon-calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), serta sekolah-sekolah kedinasan lainnya.
Melalui lembaga tersebut, Ockben membina para siswa dalam bidang jasmani, mental, akademik, hingga psikologi. Tanpa disadari, ratusan bahkan ribuan siswa telah berhasil lolos menjadi taruna Akpol, Akmil, dan berbagai sekolah kedinasan lainnya. Banyak di antara mereka kini telah menjadi perwira tinggi, jenderal polisi, perwira TNI, hingga pejabat di berbagai instansi pemerintahan.
Ockben Saor Sinaga lahir di Jakarta pada 28 Februari 1968. Ia tumbuh dalam keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai kerja keras, disiplin, dan kebersamaan. Ayahnya, Binus Sinaga, dan ibunya, Elsiana, membesarkan delapan orang anak dengan penuh perjuangan dan ketekunan. Ockben merupakan anak kelima dari delapan bersaudara.
Adapun saudara-saudaranya adalah Bince Dorty Sinaga, Elbin Darwin, S.H., Elisabet, Yon Fictor, Elbriani, Beli Marudut, dan dr. Benny Zeky. Lingkungan keluarga yang hangat dan sederhana inilah yang menjadi fondasi kuat dalam membentuk karakter Ockben menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan pantang menyerah.
Keluarga besar Ockben berasal dari Tanah Batak, Sumatera Utara. Demi memperjuangkan kehidupan yang lebih baik, kedua orang tuanya merantau ke Jakarta. Dalam budaya Batak, seseorang dianggap berhasil apabila mampu sukses di tanah rantau. Nilai perjuangan itulah yang tertanam kuat dalam diri keluarga mereka.
Perjalanan hidup di Jakarta tentu tidak mudah. Ayah Ockben akhirnya bekerja sebagai sopir di Kantor PT Pertamina Pusat Jakarta. Meski hidup dalam keterbatasan ekonomi, kedua orang tuanya memiliki tekad kuat agar seluruh anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Nilai kedisiplinan, kerja keras, dan tanggung jawab yang diwariskan orang tuanya menjadi bekal penting dalam perjalanan hidup Ockben Saor Sinaga hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang.
Sejak kecil, Ockben dikenal sebagai anak yang cerdas, disiplin, dan tekun belajar. Pendidikan dasarnya diselesaikan di SD Negeri 208 Jakarta pada tahun 1980. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Santa Maria Jakarta dan lulus pada tahun 1983. Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Borobudur Jakarta hingga selesai pada tahun 1986.
Karier Ockben di Kepolisian Republik Indonesia dimulai melalui jalur prestasi. Perjalanan kepangkatannya berlangsung secara bertahap dan konsisten sebagai bentuk dedikasi dan pengabdiannya kepada negara.
Beliau menyandang pangkat:
– Inspektur Dua (Ipda) pada tahun 1999
– Inspektur Satu (Iptu) pada tahun 2003
– Ajun Komisaris Polisi (AKP) pada tahun 2006
– Komisaris Polisi (Kompol) pada tahun 2011
– Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) pada 1 Januari 2016
Selain aktif bertugas, Ockben juga terus meningkatkan kompetensi kepemimpinannya. Pada tahun 2022, beliau berhasil menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (PIM II) di Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
Mimpi menjadi seorang juara telah dirawat Ockben sejak usia muda. Ia menekuni dunia atletik dengan disiplin dan latihan yang konsisten. Bakatnya mulai terlihat pada cabang lari 100 meter.
Kerja kerasnya membuahkan hasil. Ia berhasil meraih berbagai medali dari kejuaraan tingkat lokal hingga akhirnya diterima masuk Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) untuk dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON).
Prestasi-prestasi tersebut kemudian membuka jalan bagi Ockben untuk masuk Kepolisian Republik Indonesia melalui jalur prestasi sebagai Bintara Polri.
Setelah menyelesaikan pendidikan kepolisian dan menjalani beberapa penugasan, Ockben pernah ditempatkan di Polda Sumatera Selatan, Kota Palembang. Penugasan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan profesionalismenya sebagai anggota Polri.
Tidak lama kemudian, beliau ditarik kembali ke Mabes Polri dan bertugas di Pusat Sejarah (Pusjarah) Polri. Dari sinilah kiprahnya sebagai atlet dunia Polri semakin berkembang.
Melalui Pusjarah Mabes Polri, AKBP Ockben Saor Sinaga mulai mewakili Mabes Polri dalam berbagai kejuaraan dunia atletik kepolisian di berbagai negara.
Sejak tahun 2013 hingga sekarang, beliau telah mengikuti berbagai ajang olahraga internasional dan berhasil meraih puluhan medali, mulai dari medali perunggu, perak, hingga emas. Bahkan dalam sejumlah kejuaraan dunia, beliau berhasil masuk peringkat lima hingga sepuluh besar dunia.
Prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Kepolisian Republik Indonesia dan bangsa Indonesia di mata dunia.
Kesuksesan yang diraih AKBP Ockben Saor Sinaga bukanlah hasil instan. Semua diraih melalui proses panjang yang penuh perjuangan, pengorbanan, disiplin, dan kerja keras.
Beliau selalu menanamkan semangat kepada generasi muda bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga, kekayaan, ataupun kedekatan dengan pejabat. Menurutnya, keberhasilan sangat ditentukan oleh usaha, kerja keras, doa, dan ketekunan diri sendiri.
Sebagai leader, motivator, dan inspirator, Ockben selalu mengingatkan para siswa binaannya agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita. Baginya, proses tidak pernah mengkhianati hasil.
Perjalanan hidup AKBP Ockben Saor Sinaga, S.H., M.Si. menjadi bukti nyata bahwa ketekunan, disiplin, dan integritas mampu mengantarkan seseorang menuju kesuksesan serta memberikan manfaat besar bagi bangsa dan negara.
(Hapzon Effendi, Jurnalis Pusat MSM)





