Operator Gondola PT Pasti Maju Indonesia Bantu Padamkan Kebakaran Kecil KRL di Stasiun UP, Terima Penghargaan dari Dirut

6
0

MediaSuaraMabes, Jakarta Selatan — Kepanikan terjadi di Stasiun Universitas Pancasila (UP) ketika asap tebal tiba-tiba mengepul dari bawah rangkaian KRL Commuter Line jurusan Bogor, Selasa sore. Penumpang berhamburan keluar. Namun di tengah situasi genting itu, satu orang justru mendekati sumber bahaya.

Dia adalah Hasan Bisri, Operator Gondola PT Pasti Maju Indonesia, yang saat itu hanya sedang dalam perjalanan pulang kerja.

Sekitar pukul 15.40 WIB, Hasan naik KRL dari Stasiun Cawang dan sudah mencium aroma menyengat seperti kabel terbakar di dalam kabin. Dugaan itu menjadi nyata setengah jam kemudian.

Pukul 16.15 WIB, rangkaian berhenti mendadak di Stasiun UP. Asap tebal terlihat keluar dari bagian bawah gerbong kedua. Penumpang panik dan segera turun menyelamatkan diri. Alih-alih menjauh, Hasan justru mendekat.

Pada pukul 16.17 WIB, ia mengidentifikasi titik api berwarna biru kemerahan di bagian bawah rangkaian. Ia segera meminta Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada petugas keamanan KAI dan secara sukarela membantu proses pemadaman.

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah penggunaan empat tabung APAR. Situasi dinyatakan terkendali tanpa korban jiwa maupun kebakaran meluas.

Tindakan Hasan bukan bagian dari tugas pekerjaannya. Ia bukan petugas KAI atau tim tanggap darurat, namun respons cepatnya membantu mencegah potensi insiden yang lebih besar.

Atas keberanian dan inisiatif tersebut, PT Pasti Maju Indonesia memberikan sertifikat penghargaan yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama, Hendrik.

Direktur Utama PT Pasti Maju Indonesia, Hendrik, menyampaikan:

“Di saat banyak orang memilih menjauh dari bahaya, Hasan memilih maju. Itu bukan sekadar keberanian, itu integritas. Dan itu alasan kami memberikan penghargaan ini.”

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut mencerminkan nilai profesionalisme, kepedulian, dan tanggung jawab sosial yang dijunjung perusahaan, bahkan di luar lingkup pekerjaan utama.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan keberanian individu dapat membuat perbedaan besar dalam situasi darurat di ruang publik.

Redaksi : Suwoto